Ganbatte !!!

Selasa, 14 Agustus 2012

Sangkar Sang Dewi (part 1)

Hari semakin gelap Dewi yang saat itu sedang berjalan sendiri mencari seekor burung merpatinya yang kabur. Paham hari sudah malam Dewi pulang dengan raut wajah sedih karena kehilangan seekor merpati kesayangannya. Di dalam hati ia berkata, "Hai merpati bila kita berjodoh aku yakin bisa menemukanmu lagi." Dewi pun pulang tapi masalah besar menantinya dia yang sedari tadi mencari sang merpati hingga ke dalam hutan rimba dan dia tak tau arah sekarang. Dia berjalan dan terus berjalan seorang diri hanya sangkar burung sang merpatilah yang menemaninya. Semakin lama dia berjalan semakin lelah pula kakinya untuk melangkah. "Sial aku tak tau jalan pulang" desah Dewi sambil menoleh kesana kemari mencari jalan pulang, tapi itu hal mustahil jika ia ingin pulang. Akhirnya Dewi putuskan untuk beristirahat di pohon yang cukup besar karena kelelahan dia pun tertidur.

Tiba-tiba ada suara gemuruh datang ke arah Dewi, dia pun sontak terbangun dari tidur lelap nya dan bersembunyi dibalik pohon tadi. Ternyata suara itu adalah suara para pemburu dan penebang liar yang mencari mangsa. Mereka sengaja mencari mangsa di malam hari agar tidak ketahuan warga sekitar hutan. "Siapa mereka itu dan mau apa?" tanya Dewi dalam hatinya. 

"Dooorrrr !!!" suara senapan terdengar, "Bodoh jangan pakai senapan nanti ketahuan warga sekitar!" kata salah seorang dari mereka yang diyakini Dewi sebagai Bossnya."Maaf tuan Jean saya tadi melihat seekor burung merpati yang bersinar." kata sang penembak tadi. "Benarkah?" kata sang tuan terheran-heran. Dewi yang mendengar percakapan mereka tahu bahwa bossnya itu bernama Jean dia masih amat muda dan tampan, namun sikapnya agak kasar.

"Hey sedang apa kau disini!" suara gertakan daria rah belang Dewi. "Anu hmmm saya tersesat tuan" elak Dewi. "Ada apa ini?" Tuan Jean menghampiri Dewi dan bawahannya. "Ini tuan ada yang memata-matai kita" kata sang bawahan. " Maaf tuan saya tidak memata-matai anda saya tersesat tak tahu arah pulang" kata Dewi sambil memelas. Tuan Jean pun terdiam lalu berkata "Ayo semua kita buru di tempat lain !" Mereka pun pergi semua dan meninggalkan Dewi seorang diri.

Dewi bernafas lega karena rombongan itu sudah pergi yang sedari tadi membuat nafasnya terengah-engah. Tiba-tiba Dewi terdiam teringat kata sang bawahan Tuan Jean tadi yang mengatakan melihat burung merpati, Dewi pun berpikir itu pasti merpati miliknya. Keyakinan itu semakin kuat disaat dia melihat cahaya putih di arah timur dari tempatnya berdiri. Sontak dia berlari mengejar cahaya itu, saat dia hampir mencapai cahaya itu tiba-tiba dia melihat kawanan Tuan Jean berlarian histeris. Dewi pun terheran-heran mengapa mereka berlarian. Tuan Jean pun bertemu Dewi kembali dengan nafas terengah-engah dia berkata "cepat lari dari sini hosh hosh hosh ..." "Memang ada apa tuan?" tanya Dewi heran. Tanpa basa-basi lagi tuan Jean pun menarik tangan Dewi dan mengajak nya pergi. Mereka berdua berlari tanpa arah dan tujuan.

Akhirnya mereka berhenti berlari dan istirahat bersandar di pohon. "Kenapa tuan mengajak saya pergi?" tanya Dewi masih kebingungan. Tuan Jean terdiam beberapa saat, lalu ia berkata "Sebenarnya tadi kami di kejar oleh seekor makhluk yang menyeramkan ada di dalam hutan." "Tapi kenapa makhluk itu bisa mengejar rombongan anda?" "Saya juga tak tahu, setelah melihat kami makhluk itu langsung mengejar kami. Mungkin tak suka dengan keberadaan kami di lingkungannya" jawab Tuan Jean. "Hmmm aneh sekali yaa..," pungkas Dewi. 

Setelah lama bercakap-cakap dengan Tuan Jean, dia tersadar bah wa sangkar sang merpatinya tertinggal di dekat tempat makhluk menyeramkan itu. Dewi pun bertekad mengambil sangkar itu kembali, namun Tuan Jean tak mau ambil resiko tapi dia juga tak bisa membiarkan seorang wanita sendirian dia pun ikut mengantar Dewi mencari sangkar merpatinya.

Tidak ada komentar: