Ganbatte !!!

Jumat, 14 Juni 2013

Bu Muha The Best Teacher Ever


Saya mempunyai seorang guru yang sudah cukup lama saya kenal hampir 2 tahun dia mengajar saya dikelas. Namanya adalah Ibu Muharmi, tapi saya dan teman – teman di kelas biasa memanggilnya Bu Muha. Dia adalah seorang guru akuntansi yang super tegas, galak dan disiplin. Waktu masih kelas 11 dia mengajar pajak dan menjadi wali kelas saya waktu itu, pertama tahu tentang dia dari kakak kelas, saya dan hampir semua teman – teman di kelas ketakutan setengah mati ditambah dia menjadi wali kelas.
Pertama kali dia mengajar di kelas, saya sampai keringet dingin apalagi pas dipanggil nama saya, padahal pertanyaannya standar cuma nanya nama dan pengertian dari pajak, tapi tatapan matanya yang tajam dan nada suaranya lah bisa membuat orang mati setengah bukan setengah mati lagi. Alhamdulillah perasaan saya dan teman – teman sedikit lega karena posisi Bu Muha sebagai pengajar di kelas digantikan sementara oleh guru PPL, namun apadaya cara mengajar guru PPL yang kurang bermutu membuat kita semua kurang paham dengan pelajaran.
Namun, kebaikan Bu Muha sangat terlihat saat sekolah saya mengadakan study tour ke Yogyakarta dan Bu Muha harus ikut sebagai wali kelas untuk mendampingi kami semua. Disana dia terlihat paling sibuk dibandingkan guru yang lainnya, dia selalu menanyakan anak didiknya agar tidak ada yang hilang dan pada saat sesi foto bersama wali kelas, Bu Muha terlihat senang sangat berbeda 180 derajat dengan di kelas.
Disaat saya kelas 12, saya mendapati lagi Bu Muha sebagai guru pengajar di kelas, Alhamdulillah dia bukan menjadi wali kelas lagi tapi jam mengajarnya di kelas paling banyak dibandingkan guru lainnya, apalagi dia selalu muncul di jam pertama pelajaran. Saat pelajaran di kelas dia masih terlihat sangat tegas dengan tatapan mata yang tajam. Pernah suatu ketika saat Bu Muha sedang menjelaskan pelajaran, tiba – tiba saya merasa sangat mengantuk di kelas tapi ternyata bukan saya saja yang merasakan hal itu tapi teman – teman yang lain juga merasakan hal yang sama. Bahkan salah satu teman saya ada yang menggunakan freshcare dan dioleskan dimatanya dengan maksud menghilangkan rasa kantuk, tapi freshcare pun tak mampu menahan rasa kantuk juga. Tiba – tiba Bu Muha memanggil saya maju kedepan untuk mengerjakan soal darinya, sontak saya kaget dan rasa kantuk lenyap seraya disambar petir. Saya pribadi pun menasbihkan dia sebagai obat paling mujarab penghilang rasa kantuk.
Bukan hanya tegas tapi Bu Muha juga suka menasehati kami semua, tentang pacaran itu dilarang, hormati orang tua, belajar yang benar, jangan lupakan agama. Tapi Bu Muha juga memiliki sense of humor juga, terbukti saat pelajaran dia pernah salah bicara lalu kami protes tapi dengan entengnya dia berkata “saya kan guru tidak akan diuji jadi boleh salah, tapi kalian tidak boelh salah karena akan diuji.” Sontak kamu terdiam lalu tertawa pelan. Adalagi saat pelajaran ada aturan dari dia ketika ditanya tidak boleh melihat buku, namun saat Bu Muha ditanya oleh salah seorang teman saya dia melihat ke buku lalu teman saya mengajukan keberatan kenapa Bu Muha melihat buku tapi Bu Muha berdalih “saya kan tidak diuji jadi boleh lihat buku, tapi kalian tidak boleh memang nanti saat ujian boleh melihat buku?!” alhasil kami diam semua. Ada satu istilah lagi dari dia yang humoris, yaitu saat pelajaran dia menggunakan spidol namun tintanya bocor kena ke tangan, lalu dia berkata “ini kenapa lele lele begini?” sontak kami tertawa sekelas.
Ada hal lagi yang berkesan dari Bu Muha, jadi saya merupakan salah satu murid di kelas yang hampir sering terlambat dan dia punya aturan yang datang terlambat ke kelas setelah dia ada di kelas tidak akan boleh mengikuti pelajaran. Dari semua keterlambatan saya ada satu yang membuat saya cukup sakit hati, jadi waktu itu sedang hujan dan saya tiba di sekolah dengan keadaan basah dan waktu itu saya masuk ke kelas tepat pukul 06.30 sesuai dengan jam masuk sekolah tapi entah bagaimana Bu Muha ternyata sudah ada di kelas, dia pun tak menerima alasan apapun dan mengeluarkan saya dari kelas, padahal saat itu dia mengabsensi di kelas juga belum. Esok harinya saya datang lebih pagi dari hari kemarin dan saya tidak terlambat, namun ada teman saya yang datang terlambat tetapi di perbolehkan untuk masuk kelas dengan alasan cuacanya hujan, padahal kemarin waktu saya telat cuacanya juga sedang hujan. Entah karena dia tak suka dengan saya atau apalah tapi ini cukup menyakitkan.

Dari semua hal tentang Bu Muha ada satu kebanggaan yang terselip di benak saya karena dia ternyata sangat menyayangi kami murid – muridnya. Terbukti disaat dia sakit dia masih tetap menyempatkan diri untuk mengajar kamin di kelas walaupun esok harinya dia harus berobat ke rumah sakit. Itulah Bu Muha guru yang sangat berjasa dalam hidup saya, membimbing saya dan menjadi orang tua saya di sekolah dengan penuh ketegasan dan kasih sayang. Bu Muha my killer teacher but she is my sweetest teacher. I love you Bu Muha.

2 komentar:

Agatha mengatakan...

Best Teacher Ever :')

Rio Saputra mengatakan...

yoman wkkwkwk